Jumat, 02 Oktober 2015

morfologi batang tumbuhan



BATANG

A.     Pengertian Batang
                Batang  adalah bagian utama tumbuhan yang ada di atas tanah dan mendukung bagian-bagian lain dari tumbuhan, yakni daun, bunga dan buah. Oleh karena itu, batang memiliki struktur yang lebih kompleks daripada akar. Batang memiliki ruas dan antarruas. Pada ruas akan muncul bunga atau tunas daun. Letak cabang-cabang pada batang berfungsi menempatkan daun dalam posisi yang memungkinkan daun mendapat cahaya matahari untuk proses fotosintesis. Pada umumnya, bentuk penampang melintang batang dibedakan menjadi tiga, yaitu bulat, persegi, dan pipih. Batang tumbuhan yang berbentuk bulat, misalnya pada tumbuhan bambu dan kelapa. Batang yang berbentuk segi empat, misalnya pada tumbuhan iler dan markisa. Batang yang segitiga, misalnya pada tumbuhan rumput teki. Batang yang berbentuk pipih, misalnya pada tumbuhan kaktus
B.     Fungsi Batang
a.       Mendukung bagian-bagian tumbuhan yaitu daun, bunga, dan buah.
b.      Merupakan jalur transportasi air dan zat makanan hasil fotosintesis
c.       Membantu proses pernapasan, karna oksigen dapat masuk ke lentisel
d.      Tempat melekatnya daun, bunga dan buah.
e.       Sebagai penopang atau penyokong sehingga tumbuhan tetap berdiri tegak
f.       Sebagai alat perkembangbiakan secara vegetatif dengan metode pencangkokan
g.      Tempat menyimpan cadang makanan misalnya sagu
C.    Sifat –Sifat Batang
a.       Batang tumbuhan bersifat fototropi yaitu memiliki arah pertumbuhan ke atas atau menuju cahaya.
b.      Pertumbuhan batang umumnya tidak terbatas.
c.       Batang tumbuhan monokotil memiliki ruas-ruas yang jelas
d.      Tumbuhan dikotil ruas-ruas batangnya tidak terlihat dengan jelas.
D.    Jenis –jenis Batang
a.       Batang basah (herbaceus) adalah batang yang lemah dan berair, misalnya batang pada tumbuhan bayam dan krokot.
b.      Batang rumput (calmus) adalah batang yang tidak keras dan tampak beruas-ruas. Sering kali bagian  dalam batang berongga misalnya padi.
c.       Batang mendong (calamus) adalah batang yang mirip seperti rumput, tetapi ruasnya lebih panjang.  Misalnya, batang pada tumbuhan mendong dan wlingi.
d.      Batang berkayu (lignosus) adalah batang yang berkayu keras dan kuat, baik berupa  pohon maupun semak. batang berkayu serupa pohon, contohnya tumbuhan jati. Batang berkayu berupa semak, contohnya sidoguri
 

contoh prakata bahasa indonesia



PRAKATA

Dengan mengucap puji syukur kepada Allah S.W.T. Yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya,  kepada kita sehingga kami dapat menyusun portofolio Bahasa Indonesia ini dengan baik.
            Adapun maksud dan tujuan portofolio Bahasa Indonesia ini adalah untuk memenuhi tugas dari sekolah sebagai nilai ketrampilan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X disemester 2.
Dalam menyusun portofolio Bahasa Indonesia ini, kami tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu kami ucapkan banyak terimakasih kepada:
  1.   Bapak Sunarto, S.Pd., M.Pd. Selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kendal.
  2.   Ibu Rita Nuraeni, S.Pd., M.Pd. Selaku Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia.
  3. Teman-teman yang telah membantu penyusun dalam membuat portofolio Bahasa Indonesia serta,
  4. Banyak pihak lain yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu.
Kami selaku penulis tahu, bahwa dalam penyusunan portofolio Bahasa Indonesia ini masih jauh dari kata “sempurna”, Oleh sebab itu kami mohon kepada para pembaca untuk memberikan kritik dan saran sebagai pedoman dalam penyusunan portofolio Bahasa Indonesia berikutnya. Semoga portofolio Bahasa Indonesia ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi penulis khususnya.
Kendal, 15 April 2015
                                                                                                            Penyusun,

biografi Damhuri Muhammad



BIOGRAFI DAMHURI MUHAMMAD”
(Penulis Cerpen Juru Masak)






             Damhuri Muhammad lahir di Taram, Payakumbuh, Sumatera Barat. Damhuri Muhammad lahir pada tanggal 1 Juli 1974. Beliau adalah seorang sastrawan dan penulis Indonesia. Damhuri Muhammad menyelesaikan studi Bahasa dan Sastra Arab di Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol, Padang pada tahun 1997 dan Pasca Sarjana Filsafat di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada tahun 2001. Damhuri aktif menulis cerita pendek (cerpen), esai sastra, esai seni, dan kritik buku di sejumlah media nasional seperti Kompas, Seputar Indonesia, Suara Pembaruan, Republika, Jawa Pos, Pikiran Rakyat, majalah GATRA, ESQUIRE, tabloid NOVA, Majalah TEMPO, dan lain-lain.

            Damhuri bersama E.S. Ito, Raudal Tanjung Banua, Riki Dhamparan Putra, Indrian Koto, Dewi Sartika, dan beberapa sastrawan muda lainnya merupakan generasi muda sastrawan Indonesia asal Minangkabau yang tumbuh besar di luar Sumatera Barat. Oleh karena itu  salah Satu ciri khas dari cerpen-cerpen beliau adalah memiliki sentuhan budaya daerah Sumatera Barat terutama suku Minang yang kental, yang menjadikan cerpen-cerpennya begitu hidup.
                Karya fiksinya yang sudah terbit antara lain yaitu Laras, tubuhku bukan milikku (2005), Lidah Sembilu (2006), Cinta di Atas Perahu Cadik (2008), Juru Masak (2009),dan lain-lain. Cerpennya Ratap Gadis Suayan, Bigau, dan Orang-orang Larenjang terpilih dalam buku cerpen pilihan Kompas, pada tahun pemilihan yang berbeda-beda. Buku esai sastra terkininya; Darah-daging Sastra Indonesia (2010).
            Sejak 2011 ia berkhidmat sebagai anggota komite penjurian Lomba Penulisan Buku Pengayaan Kurikulum di Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) KEMDIKBUD RI. Pada 2008 dan 2013 ia menjadi Ketua Tim Juri Khatulistiwa Literary Award (KLA)--peristiwa penghargaan sastra paling berpengaruh di Indonesia. Maret 2014, ia terpilih sebagai salah satu steering board (Dewan Pengarah)  Asean Literary Festival (Festival Sastra Asia Tenggara), yang dihadiri oleh perwakilan 15 negara, dan Indonesia sebagai tuan rumahnya. Sehari-hari ia bekerja sebagai redaktur sastra di harian Media Indonesia, di Jakarta